1 Kings 16:21
Bangsa Israel terbagi dua. Sebagian bangsa itu mengikuti Tibni, anak Ginat, untuk menjadikannya raja dan sebagian lainnya mengikuti Omri.
Alkitab (Bahasa Indonesia)
In The King James Version
In Context
Cross References
1 Kings 15:25Lalu, Nadab, anak Yerobeam, menjadi raja atas Israel pada tahun ke-2 zaman Asa, raja Yehuda. Dia memerintah atas Israel selama dua tahun.
1 Kings 16:8Pada tahun ke-26 zaman Asa, raja Yehuda, Ela, anak Baesa, menjadi raja atas Israel di Tirza selama dua tahun.
Proverbs 28:2Ketika suatu negeri memberontak, ada banyak penguasanya, 2 tetapi dengan orang yang berpengertian dan berpengetahuan, negeri itu akan tetap bertahan. 1
Isaiah 19:2“Aku akan membuat orang Mesir melawan orang Mesir. 2 Mereka masing-masing akan berkelahi melawan saudara mereka, 1 dan masing-masing melawan tetangga mereka sendiri. 2 Kota melawan kota, 2 kerajaan melawan kerajaan. 1
1 Corinthians 1:12Maksudku sekarang adalah kamu masing-masing berkata, “Aku dari Paulus,” + 1:12 Aku dari Paulus Orang-orang yang mengaku dari golongan Paulus karena telah dibaptis oleh Paulus. Mereka memandang Paulus sebagai pemimpin yang paling rohani dan guru yang hebat. dan, “Aku dari Apolos,” + 1:12 Aku dari Apolos Apolos berasal dari Aleksandria, orang yang terpelajar, menguasai Kitab Suci, dan pandai berpidato (bdk. Kis. 18:24). Jemaat yang mengaku dari kelompok Apolos ini adalah orang-orang yang lebih tertarik kepada cara bicara dan gaya bahasa Apolos, seperti kebanyakan orang Yunani yang saat itu sangat senang mendengarkan pidato yang indah (kata-kata bijaksana) dan tidak terlalu memedulikan isi/pengajarannya. dan “Aku dari Kefas,” + 1:12 Aku dari Kefas Kefas adalah bahasa Ibrani dari Petrus. Orang-orang yang mengakui dari golongan Kefas kemungkinan besar orang-orang Yahudi yang tampaknya meragukan mandat Paulus. Mereka lebih memilih untuk berhubungan dengan Yerusalem melalui Petrus dan karena Petrus juga mendukung bahwa orang percaya harus disunat. dan “Aku dari Kristus.” + 1:12 Aku dari Kristus Orang-orang dari golongan ini cenderung mengabaikan kepemimpinan para rasul atau utusan-utusan yang lain. Alasannya, mereka langsung diilhami dan dipimpin oleh Kristus sendiri, tidak memerlukan perantara manusia siapa pun. Mereka menganggap rendah semua hubungan dengan golongan-golongan lain sehingga mereka menjadi golongan tersendiri.